Diberdayakan oleh Blogger.

DAFTAR ISI

SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN OLEH APSI PROVINSI JAMBI SUKSES


Pelantikan pengurus Assosiasi Pengawas Sekolah Indonesia ( APSI ) Provinsi Jambi  dan Seminar Nasional Pendidikan dengan Tajuk " Implementasi Kurikululum 2013 dan Pembelajaran Abad 21 " di LPMP sukses dilaksanakan.


Kegiatan yang dibuka oleh Gubernur Jambi H.Hasan Basri Agus. Dalam sambutannya HBA mengapresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Gubernur juga memberikan ucapan selamat pada pengurus APSI Jambi yang telah dilantik dan berharap agar pengurus lebih meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Jambi. 


Ketua APSI Provinsi Jambi Drs.Aldi Mawardi.M.Pd mengatakan selalu berusaha eksis untuk memberi kemajuan pendidkan di provinsi Jambi melalui organisasi APSI yang dipimpin salah satu bentuk nyata dari kegiatan itu adalah terlaksananya seminar nasional pendidikan ini. 


Sementara itu ketua Panitia Dr. Agus Rizal.M.Pd mengungkapkan bahwa kegiatan seminar ini dilaksanakan dengantujuan agar peserta dapat memahami hakikat kurikulum 2013 dan implementasinya. 
Menambah wawasan insan pendidikan akan peran nya dalam pembelajaran abad 21. 

Disela-sela kesibukan nya sekretaris Panitia pelaksana Kegiatan Seminar Nasional Pendidikan ini Eri Satria.M.Pd mengungkapkan bahwa seminar ini bekerja sama denga Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan ( LPMP ) Jambi dengan menghadirkan Pemakalah :

1. Dr.Abi Sujak.M.Sc ( Sekretaris Badan Peningkatan SDM Pendidikan dan Kebudayaan - Penjaminan Mutu Pendidikan ( BPSDMPK-PMP ) dari Jakarta dengan tema : Implementasi Kurikulum 2013 dan Tantangan Bagi Insan Pendidikan "
M.Soleh.M.Pd ( Moderator ), Prof.Dr.M.Rusdi.M.Sc ( pemakalah )  , Dr.Abi Sujak.M.Si ( Pemakalah ),.Mainar.M.Pd dan Dra. Neni.M.Pd  ( Notulis ) 
2. Prof.Dr.M.Rusdi.M.Sc ( Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi ) dengan Tema : " Peningkatan Kompetensi Pengawas , Kepala Sekolah , dan Guru dalam Implementasi Kurikulum 2013 " 

Eri Satria.M.Pd ( Moderator ) , Agus Sukoco .M.Pd ( Pemakalah ) , Animar .M.Pd dan  Sri Usdekti .M.Pd ( Notuilis ) 

3. Drs. Agus Sukoco.M.Sc  ( Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia ) Pusat - Jakarta dengan Tema Pembelajaran Abad 21 dalam Persfektif  Kurikulum 2013 .


Seminar yang telah sukes dilaksanakan ini yang diperkirakan mendaftar sebanyak 300 orang ini ternyata   sangat diluar dugaan dengan jumlah peserta yang terdaftar dan yang ditolak pendaftarannya berjumlah  lebih kurang 750 orang, alasan penolakan adalah  karena sudah melebihi kapasitas gedung . 

Kita berharap agar APSI kota Jambi yang dipimpin oleh Drs. Abuzar. MEi juga dapat melaksanakan hal yang serupa karena masih banyak para guru dan kepala sekolah yang menginginkan kegiatan tersebut di laksanakan kembali.

Kegiatan - kegiatan Panitia selama persiapan hingga suksesnya kegiatan Pelatikan APSI dan Seminar Nasional Pendidika Oleh APSI Provinsi Jambi dan Perlu mendapat acungan Jempol Selamat dan Sukses Mari Berbuat demi kemajuan Pendidikan di Provinsi Jambi 

1. Dialog Nasional TIM Panitia Seminar Nasional Pendidikan Di RRI Jambi


2. Group Paduan Suara APSI Provinsi Jambi Dalam mengumandangkan lagu Mars APSI
3. Kepala LPMP Provinsi Jambi yang sangat Proaktif membantu sukses nya kegiatan seminar nasional Pendidikan ini.

4. Ketua Panitia, Sekretaris dan Bendahara Seminar Nasional Pendidikan

Ismarini.S.Pd, Eri SatriaM.Pd dan Drs. Agusrizal M.Pd
5. Rapat Panitia Pelaksana Seminar Nasional Pendidikan

Read more...

DIALOG PERINGATAN HARI GURU TAHUN 2013

Nara Sumber Peringatan Hari Guru Provinsi Jambi Tahun 2013  Dialog Interaktif di RRI Provinsi Jambi
ERI SATRIA.S.Pd.,M.Pd dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Bpk Drs.H.ERWAN MALIK. MM  

Read more...

Dra.Hj.NURMAINI SANG JUARA NASIONAL DISAMBUT MERIAH

Kembali dunia pendidikan Provinsi Jambi mencetak prestasi membanggakan dengan  berhasilnya salah seoarang pengawas Disdik Kota Jambi meraih juara pertama pada seleksi pengawas SMA berprestasi yang diselenggarakan di Jakarta pada pertengahan Agustus 2013. Ini kali pertama Provinsi Jambi menjadi juara 1 dengan menyisihkan peserta provinsi lain di Indonesia. Pengawas tersebut adalah Dra. Hj. NURMAINI MY, M.Si yang berhasil  sukses pada seleksi pengawas berprestasi tingkat Nasional setelah mengikuti seleksi berjenjang yaitu dari seleksi Kota yang dilanjutkan dengan seleksi Provinsi dan pemenang pertama mewakili Provinsi Jambi ke tingkat Nasional Di tingkat Nasional pun wakil Provinsi Jambi ini berjuang dengan mengikuti berbagai macam tes yang cukup berat dan mendebarkan antara lain Porto folio, tes tertulis, tes wawancara dan presentasi karya ilmiah.Kado terindah tersebut  disambut dengan meriah oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Drs. H. Riva’i, M.Pd, beserta jajarannya yang berlangsung sore hari. Hadir bersama kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi sekretaris Disdik, para Pengawas sekolah, para Kabid, kasi dan staf, serta para kepala sekolah baik SD, SMP, SMA dan SMK. Tak ketinggalan juga hadir para guru dan peserta didik mengusung spanduk ucapan selamat kepada sang juara. Bersama sang juara hadir Mulyadi, M.Pd. sebagai kepala SMA berprestasi tingkat Nasional peringkat 4, Miyanto, M.Pd., Zainal Arifin, S.Pd, dan  beberapa orang wakil provinsi Jambi lainnya dari jenjang pengawas, guru, dan Kepala.
 
Dari Bandara rombongan Provinsi Jambi tersebut di arak keliling Kota untuk menyampaikan berita gembira tersebut kepada warga Jambi. Iring-iringan pawai penyambutan berakhir di rumah wali Kota Jambi sekaligus disambut hangat oleh Bapak dr. Bambang Priyanto beserta ibu. ” Ini kado terindah di penghujung masa jabatan saya” ucap beliau. Kemenangan ini diharapkan dapat menjadi gerbang kejuaran yang sama pada tahun-tahun  berikutnya. Dan yang paling utama adalah dapat meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Jambi umumnya dan Kota Jambi khususnya karena kejuaraan ini merupakan pengakuan kinerja terbaik pengawas sekolah dalam mengemban tugas oleh Kemdikbud.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi menyambut gembira kedatangan sang juara nasional Pengawas berprestasi Hj.Nurmaini,M.Si

Korwas Dinas Pendidikan Kota Jambi Drs.Erinaldi.Dt.SPb menyambut gembira kedatangan sang juara nasional Pengawas berprestasi Hj.Nurmaini,M.Si 

Wali Kota Jambi dr.H.Bambang Priyanto menyambut gembira kedatangan sang juara nasional Pengawas berprestasi Hj.Nurmaini,M.Si
Rekan sejawat Pengawas Dinas Pendidikan Kota Jambi menyambut hangat kedatangan sang juara nasional Pengawas berprestasi Hj.Nurmaini,M.Si

Seni Kompangan dari Provinsi Jambi ikut serta dalam pawai ara-arakan keliling Kota Jambi menyambut gembira kedatangan sang juara nasional Pengawas berprestasi Hj.Nurmaini,M.Si 









 







 




Read more...

PENGAWAS DINAS PENDIDIKAN KOTA JAMBI PILIH KORWAS SECARA DEMOKRATIS

TIGA BESAR CALON KORWAS TERPILIH SECARA DEMOKRATIS PADA PEMILIHAN KORWAS DINAS PENDIDIKAN KOTA JAMBI YAITU :


Drs.Darul Ulum
Dra.Hj.Nurmaini.M.Si

Drs.Erinaldi.Dt.S.Pb
Pada hari senin,23 December 2013 pengawas diknas kota Jambi secara demokratis telah berhasil memilih KORWAS yang baru untuk periode masa bhakti 2014-2017

Pemilihan yang sangat demokratis ini DRA.Hj.Nurmaini.M.Si berhasil  dipilih oleh sebanyak 32 orang pengawas , Drs.Darul Ulum diposisi kedua dipilih Oleh 29 orang pengawas Dan di posisi ketiga Drs.Erinaldi dipilih oleh 25 orang  pengawas . Dari hasil ini sesuai tatatertib nomor 4 yaitu Apabila skor yang diperoleh oleh calon sudah mencapai 50 % + 1 Dari yang hadir maka yang diambil adalah peringkat pertama dan kedua untuk di usulkan kepada kadis Pendidikan utk ditetapkan sebagai korwas.

Bila kita lihat rekam jejak prestasi yang telah dicapai oleh DRA.Hj . NurmainiM.Si adalah orang yang paling tepat untuk memimpin pengawas untuk saat ini beliau merupakan pengawas berprestasi  nomor I tingkat nasional , memperoleh penghargaan dari gubernur Jambi atas prestasi nyaitu dan disamping itu pangkatnya juga tertinggi yakni golongan IV.C

Menurut korwas Drs.Erinaldi , sebagai korwas beliau telah cukup banyak berbuat memajukan pengawas Seperti mengantarkan DRA.Hj.Nurmaini memperoleh peringkat I pengawas berprestasi , meningkatkan kualitas Dan kinerja pengawas , prestasi sekolah baik dibidang olah raga maupun akademik. Beliau juga berterimakasih atas dukungan teman teman pengawas selama ini yang telah ikut andil dalam memajukan pengawas dan selalu menjaga keharmonisan Dan kekeluargaan serta membangun kebersamaan.

Kegiatan pemilihan KORWAS pada dinas pendidikan kota jambi ini diawali dengan pembentukan Panitia Pemilihan Korwas yang anggotanya antara lain :

1. Ketua   : Drs.Abuzar.M.Ei
2. Sekretaris :  Drs.Agus Rizal.M.Pd
3. Saksi  :  Dra.Hj.Marni  ,  Nawawi.S.Pd,  Drs.Aldi Mawardi.M.Pd, Dra.Suhita.M.Pd

Tata Tertib Pemilihan Pengawas :

1. Pemilihan dilakukan menggunakan sistim pemilihan langsung
2. Setiap Pengawas memiliki hak memilih dan dipilih , bagi yang dipilih harus memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam PP 21 tahun 2009 yaitu :
        a. Memiliki masa kerja minimal 3 tahun
        b. Memiliki kompetensi bidang kepengawasan
        c. Memiliki integritas , jujur , disiplin, amanah, dan bertanggung jawab , serta berakhlak mulia , sehingga dapat dijadikan contoh dan panutan.
3. Setiap pengawas memilih dua nama berbeda pada lembaran yang telah disediakan
4. Apabila skor yang diperoleh calon sudah mencapai 50%+1 dari yang hadir , maka akan diambil calon peringkat pertama dan kedua untuk diusulkan kepada Kadis Pendidikan untuk ditetapkan sebagai koordinator pengawas.
5.Apabila skor yang diperoleh calon belum mencapai 50%+1 dari yang hadir maka akan dilaksanakan pemilihan tahap kedua untuk mengambil 3 orang calon peringkat 1,2 dan 3
6. Korwas terpilih yang sudah ditetapkan oleh Kepala dinas Pendidikan segera menyusun komposisi pengurus mulai dari wakil, sekretaris, wakil sekretaris, bendahara, dan bidang lainnya.

PEMILIHAN PENGAWAS BERLANGSUNG SECARA DEMOKRATIS,  GEMBIRA DAN PENUH KEDAMAIAN SEPERTI TERLIHAT PADA POTRET DIBAWAH INI :


PANITIA PELILIHAN KORWAS 

Drs.Aldi Mawardi buka kotak suara

Drs. Syahril Munir pengawas paling cenior

Wasril.S.Pd  pengawas cenior SMP


Eri Satria M.Pd
Suparjo.M.Phil
Jarnawi.S.Pd

Nurhamid Hadi.S.Pd





































Penyerahan SK Korwas Oleh Ketua Panitia Pemilihan KORWAS
Ketua dan Sekretaris pemilihan KORWAS



SK PENETAPAN KORWAS PERIODE 2014 - 2017
Kegiatan - kegiatan kepengawasan selama kepemimpinan KORWAS Drs.Erinaldi dapat dilihat pada halaman lain dari blok INI.


Read more...

SUPAK DAN SUPERMAN TAHUN 2014

SUPERVISI AKADEMIK DAN MANEJERIAL PADA SEKOLAH DAN GURU BINAAN MAPELAJARAN MATEMATIKA DI SMP DALAM KOTA JAMBI TAHUN 2014
OLEH : ERI SATRIA.M.Pd



BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas sangat terkait erat dengan keberhasilan peningkatan kompetensi dan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan tanpa menafikan factor-faktor lainnya seperti sarana dan prasarana dan pembiayaan. Pengawas sekolah merupakan salah satu pendidik dan tenaga kependidikan yang posisinya memegang peran yang signifikan dan strategis dalam meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pendidikan di sekolah.
Pengawas memiliki tugas dan fungsi antara lain memantau, menilai, membina, melaporkan dan menindaklanjuti.  Penyusunan laporan hasil pengawasan merupakan salah satu kegiatan dari tupoksi pengawas yang harus dilakukan setelah melakukan pemantauan ataupun pembinaan dan penilaian. Pelaporan berfungsi untuk dapat memberikan gambaran tentang hasil pengawasan yang telah dicapai oleh seorang pengawas kepada atasan dalam hal ini kepala Dinas. Melalui laporan diharapkan kepala dinas memperoleh gambaran nyata kondisi pendidikan. Di samping untuk melihat keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai oleh pengawas sekolah, juga akan memberikan gambaran untuk menetukan tindak lanjut dalam kegiatan pengawasan periode selanjutnya.
Untuk itu pengawas sekolah dituntut untuk menyajikan laporan yang dapat dipertanggungjawabkan. Laporan hasil pengawasan memberikan peluang-peluang bagi pengawas sekolah untuk introspeksi dan memperbaiki kekurangan dalam kinerjanya selama ini. Laporan hasil pengawasan juga memberikan peluang bagi pengawas sekolah untuk dikoreksi oleh pihak-pihak yang berwenang. Oleh sebab itu, pengawas hendaknya mampu menyajikan pelaporan hasil pengawasan yang mampu mengakomodasi kepentingan semua pihak seperti Dinas Pendidikan, sekolah, dan teman sejawat.
Pencapaian kompetensi akan menggambarkan hasil kinerja yang dapat dilihat dari proses bagaimana guru merencanakan pembelajaran, juga menyangkut proses bagaimana guru melaksanakan pembelajaran serta bagaimana guru menilai pemelajaran. Untuk itu pada kesempatan ini  penulis akan melaporkan pengawasan akademik  menyangkut hal-hal sebagai berikut : kepemilikan dokumen pembelajaran, perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan penilaian pembelajaran. Laporan penulis ini akan manggambarkan hasil kepengawasan penulis di sekolah binaan selama satu semester yaitu semester ganjil tahun pelajaran 2013-2014 untuk mata pelajaran Matematika pada SMP dalam Kota Jambi.

B. FOKUS MASALAH  
Kegiatan kepengawasan tidak terlepas dari supervisi akademik da menejrial. Untuk itu, fokus laporan ini adalah “ Bagaimanakah Kinerja Sekolah dan Guru Mata Pelajaran Matematika di  SMP Binaan dalam Kota Jambi pada Semester Ganjil tahun 2013 - 2014

C. TUJUAN DAN SASARAN
Penulisan laporan ini bertujuan untuk memberikan gambaran: 1) perkembangan perencaan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran selama satu semester kegiatan kepengawasan; 2) keunggulan dan kelemahan kinerja guru, dan; 3) kendala-kendala yang dialami dalam melakukan kegiatan kepengawasan selama semeter ganjil tahun pelajaran 2013-2014. Sasaran laporan kegiatan kepengawasan  adalah guru, kepala sekolah, tenaga perpustakaan untuk sekolah binaan atau yang lebih dikenal dengan kegiatan supervisi manajerial, dan guru Matematika  untuk kegiatan supervisi akademik.

D. RUANG LINGKUP
Untuk supervisi akademik terjadwal sebanyak 32 SMP Negeri ataupun Swasta di Kota Jambi. Masing – masing sekolah memiliki Guru Matematika. Pada kesempatan ini penulis hanya akan melaporkan guru yang menjadi binaan penulis pada semester ganjil 2013 - 2014 yang bertugas di beberapa SMP seperti SMP  N 1, SMP N 2, SMP N 3, SMP N 4, SMP N  5, SMP N 6, SMP N 7,  SMP N 8, SMP N 9, SMP N 10 , SMP N 11, SMP N 12 , SMP N 13 , SMP N 14, SMP N 15 , SMP N 16, SMP N 17, SMP N 18, SMP N 19, SMP N 20, SMP N 21 , SMP N 22 , SMP N 23, SMP N 24, SMP N 25, SMP S Al falah, dan SMP S Al-Azhar Kota Jambi.
Sementara untuk supervisi menejerial, penulis memiliki 4 sekolah binaan menejerial antara lain : SMP N 2 , SMP N 19 , SMPS Al- falah, dan SMPS Al-Azhar Kota Jambi.

BAB II
KERANGKA PIKIR PEMECAHAN MASALAH

A.    LAPORAN PENGAWASAN
Kepengawasan dapat diartikan sebagai proses melihat/mencermati apakah yang terjadi sesuai dengan apa yang seharusnya terjadi. Pengawasan terdiri atas empat langkah, yaitu: (1) menetapkan suatu kriteria atau standar pengukuran/penilaian; (2) mengukur/menilai perbuatan (performance) yang sedang atau sudah dilakukan; (3) membandingkan perbuatan dengan standar yang ditetapkan dan menetapkan perbedaannya jika ada; dan (4) memperbaiki penyimpangan dari standar (jika ada) dengan tindakan pembetulan.
Ada lima langkah utama dalam melakukan pengawasan menurut Asrori (2002: 43-44), yaitu:
1.      Mengadakan penilaian, yaitu dengan cara memeriksa hasil pekerjaan yang nyata telah dicapai.
2.      Membandingkan antara hasil penilaian pekerjaan dengan yang seharusnya dicapai sesuai dengan tolok ukur yang teah ditetapkan.
3.      Menginventarisasi penyimpangan dan atau pemborosan yang terjadi (bila ada).
4.      Melakukan tindakan korektif, yaitu mengusahakan agar yang direncanakan dapat menjadi kenyataan.
Kegiatan pengawasan sekolah diaktualisasikan dalam delapan subunsur kegiatan sebagai berikut: 1) penyusunan program kerja pengawasan sekolah; 2) penilaian kinerja kepala sekolah, kinerja guru, dan kinerja tenaga kependidikan lain (tenaga administrasi, laboran, dan pustakawan); 3) pembinaan kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lain; 4) pemantauan kegiatan sekolah serta sumber daya pendidikan yang meliputi sarana belajar, prasarana pendidikan, biaya, dan lingkungan sekolah; 5) pengolahan dan analisis data hasil penilaian, pemantauan, dan pembinaan; 6) evaluasi proses dan hasil pengawasan; 7) penyusunan laporan hasil pengawasan, dan; 8) tindak lanjut hasil pengawasan untuk pengawasan berikutnya.
Kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan secara berkesinambungan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Jika ada salah satu kegiatan yang terabaikan, akan berdampak pada kegiatan-kegiatan lainnya.
Laporan hasil pengawasan merupakan media informasi tertulis bagi pihak-pihak terkait yang ingin mengetahui kondisi sekolah dalam rangka peningkatan mutu pendidikan. Terkait dengan hal tersebut, laporan hasil pengawasan harus mampu memberikan gambaran tentang: 1) upaya yang telah dilakukan sekolah dan tingkat keberhasilan yang telah dicapai oleh sekolah secara keseluruhan; 2) kondisi seluruh komponen pendidikan di setiap sekolah dalam menunjang pencapaian tujuan pendidikan di sekolah, dan; 3) tindak lanjut yang harus dilakukan sesuai dengan hasil pengawasan.
Mengingat laporan hasil pengawasan lebih bersifat pengungkapan fakta, data, informasi terkait dengan unsur kegiatan pengawasan sekolah maka laporan supervisi bersifat deskriptif. Meskipun memungkinkan untuk melihat asosiasi-asosiasi (hubungan), namun yang lebih dominan tetap pengungkapan fakta-fakta secara deskriptif. Atas dasar itu, maka laporan hasil pengawasan yang dibuat oleh pengawas berisi penggambaran mengenai fakta, data dan informasi sekolah yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah.
Jenis  laporan yang harus disusun oleh pengawas dapat berupa pengawasan akademik ataupun menejerial. Laporan kepengawasan menejerial berkaitan dengan pemantauan dan pembinaan terhadap pengelolaan dan administrasi sekolah. Dengan demikian fokus supervisi ini ditujukan pada pelaksanaan bidang garapan manajemen sekolah, yang antara lain meliputi: (a) manajemen kurikulum dan pembelajaran, (b) kesiswaan, (c) sarana dan prasarana, (d) ketenagaan, (e) keuangan, dan (f) hubungan sekolah dengan masyarakat
          Laporan pengawasan akademik merupakan laporan berkenaan dengan kinerja guru dan aktifitas pembelajaran. Pengawasan akademik sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan karena supervisi akademik bertujuan membantu guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran yang dicanangkan bagi murid-muridnya (Glickman, 1981). Untuk itu pengawasan akademik terdiri dari beberapa dimensi yaitu  yang berkaitan dengan kompetensi guru. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru dan harus dijadikan perhatian  pengawas dalam melakukan supervisi akademik, yaitu kompetensi-kompetensi kepribadian, pedagogik, professional, dan sosial.

  B. SUPERVISI AKADEMIK

Supervisi akademik adalah kegiatan pengawasan yang berfungsi untuk menilai dan membina guru dalam rangka mempertinggi kualitas proses pembelajaran yang dilaksanakan pengawas agar berdampak terhadap kualitas hasil belajar siswa. Dengan kata lain, secara konseptual supervisi akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran.
Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran. Dengan demikian, berarti, esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai unjuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalismenya.
          Berkenaan dengan hal tersebut berarti supervisi akademik tidak bisa terlepas dari penilaian unjuk kerja guru dalam mengelola pembelajaran, mengingat hasil akhir yang ingin dicapai dalam supervsi akademik adalah adanya pencapaian mutu pembelajaran..
          Terdapat tiga kunci pokok atau dalam supervisi akademik, yakni : 1) Supervisi akademik harus secara langsung mempengaruhi dan mengembangkan perilaku guru dalam mengelola proses pembelajaran; 2). Perilaku supervisor dalam membantu guru mengembangkan kemampuannya harus didesain secara ofisial, sehingga jelas waktu mulai dan berakhirnya program pengembangan tersebut, dan; 3) tujuan akhir supervisi akademik adalah agar guru semakin mampu memfasilitasi belajar bagi murid-muridnya. Secara rinci, tujuan supervisi akademik akan diuraikan lebih lanjut berikut ini.
          Sementara itu tujuan dari  supervisi akademik adalah 1) membantu guru mengembangkan kemampuannya profesionalnnya dalam memahami akademik, kehidupan kelas, mengembangkan keterampilan mengajarnya dan menggunakan kemampuannya melalui teknik-teknik tertentu; 2) memonitor kegiatan proses belajar mengajar di sekolah. Kegiatan memonitor ini bisa dilakukan melalui kunjungan kepala sekolah ke kelas-kelas di saat guru sedang mengajar, percakapan pribadi dengan guru, teman sejawatnya, maupun dengan sebagian murid-muridnya, dan; 3) mendorong guru menerapkan kemampuannya dalam melaksanakan tugas-tugas mengajarnya, mendorong guru mengembangkan kemampuannya sendiri, serta mendorong guru agar ia memiliki perhatian yang sungguh-sungguh (commitment) terhadap tugas dan tanggung jawabnya
         
C. SUPERVISI MENEJERIAL
Supervisi manajerial adalah supervisi dalam rangka menilai dan membina kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainnya yang ada dalam memmpertinggi kualitas pengelolaan dan administrasi sekolah (Sudjana, 2008). Supervisi manajerial merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki pengawas. Kompetensi supervisi manajerial berkaitan dengan kemampuan pengawas menmbantu sekolah mewujudkan kinerja terbainya.
Justru itu supervisi manajerial  berkaitan dengan montoring dan evaluasi. Monitoring merupakan suatu kegiatan yang ditujukan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan penyelenggaraan sekolah, apakah sudah sesuai dengan rencana, program, dan/atau standar yang telah ditetapkan, serta menemukan hambatan-hambatan yang harus diatasi dalam pelaksanaan program. Monitoring lebih berpusat pada pengontrolan selama program berjalan dan lebih bersifat klinis.
Dapat dikatakan bahwa melalui monitoring, dapat diperoleh umpan balik bagi sekolah atau pihak lain yang terkait untuk menyukseskan ketercapaian tujuan. Aspek-aspek yang dicermati dalam monitoring adalah hal-hal yang dikembangan dan dijalankan dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). Dalam melakukan monitoring ini penulis dilengkapi dengan parangkat atau daftar isian yang memuat seluruh indikator sekolah yang harus diamati dan dinilai.

D. KONDISI SEKOLAH BINAAN SMP DI KOTA JAMBI
Sekolah yang menjadi binaan penulis merupakan sekolah dengan agreditasi sekolah A satu sekolah beragreditasi B tiga sekolah dan sekolah – sekolah yang guru nya menjadi binaan penulis rata – rata beragreditasi B. Terdapat lima orang guru binaan merupakan guru inti pada kegiatan MGMP Bermutu yaitu di SMPN 5 , SMPN 19, SMPN 9 dan SMPN 14 Kota Jambi dan Guru yang menjadi sekolah sasaran dalam melaksanakan kurikulum 2013 yakni SMPN 1 Kota Jambi SMPN 11, SMPN 7 Kota Jambi.

 E. KERANGKA PIKIR DAN PEMECAHAN MASALAH

Berdasarkan  uraian di atas dapat dilihat bahwa keberadaan pengawas sekolah sangat strategis dalam melakukan fungsi supervisi baik akademik ataupun  supervisi manajerial di sekolah. Sebagai supervisor akademik, pengawas  dituntut untuk memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan di bidang proses pembelajaran sehingga ia dapat memainkan peranan dan fungsinya membantu guru dalam meningkatkan proses dan strategi pembelajaran. Sebagai supervisor manajerial, pengawas dituntut untuk memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan di bidang manajemen dan kepemimpinan sehingga ia dapat memainkan peranan dan fungsinya dalam membantu kepala sekolah dalam mengelola sumberdaya sekolah secara efisien dan efektif.    

                        
BAB III
PENDEKATAN DAN METODE

A. PENDEKATAN
Pendekatan yang penulis gunakan dalam supervise ini adalah pendekatan Kolaboratif. Pendekatan kolaboratif adalah cara pendekatan yang memadukan cara pendekatan direktif  yaitu cara pendekatan terhadap masalah yang bersifat langsung dan non-direktif artinya cara pendekatan terhadap permasalahan yang sifatnya tidak langsung menjadi suatu cara pendekatan baru. Pada pendekatan ini, baik supervisor maupun guru bersama-sama bersepakat untuk menetapkan struktur proses dan kriteria dalam melaksanakan proses percakapan terhadap masalah yang dihadapi guru. Pendekatan ini didasarkan pada psikologi kognitif. Psikologi kognitif beranggapan bahwa belajar adalah perpaduan antara kegiatan individu dengan lingkungan yang pada gilirannya akan berpengaruh dalam pembentukan aktivitas individu. Dengan demikian, pendekatan dalam supervisi berhubungan pada dua arah; dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Perilaku supervisor dalam pendekatan ini adalah sebagai berikut.
1) Menyajikan
2) Menjelaskan
3) Mendengarkan
4) Memecahkan masalah
5) Negosiasi
Adapun kegiatan dari pendekatan tersebut dilakukan melalui tahap-tahap pemberian supervisi sebagai berikut :
1) Percakapan awal (pre-conference)
2) Observasi
3) Analisis/interpretasi
4) Percakapan akhir (pasconference)
5) Analisis akhir
6) Diskusi

  B. METODE
Karena fokus supervise akademik dan manajerial berbeda, maka metode yang dipergunakan tentu berbeda pula. Adapun metode supervisi manajerial dan supervisi akademik yang digunakan adalah sebagai berikut :

  1. Supervisi Manjerial
Metode  yang dilakukan dalam supervisi manajerial adalah monitoring dan evaluasi.
    1. Monitoring/Pengawasan
Monitoring adalah suatu kegiatan yang ditujukan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan penyelenggaraan sekolah, apakah sudah sesuai dengan rencana, program, dan/atau standar yang telah ditetapkan, serta menemukan hambatan-hambatan yang harus diatasi dalam pelaksanaan program (Rochiat, 2008: 115). Monitoring lebih berpusat pada pengontrolan selama program berjalan dan lebih bersifat klinis. Melalui monitoring, dapat diperoleh umpan balik bagi sekolah atau pihak lain yang terkait untuk menyukseskan ketercapaian tujuan. Aspek-aspek yang dicermati dalam monitoring adalah hal-hal yang dikembangan dan dijalankan dalam Rencana Pengembangan Sekolah (RPS). Dalam melakukan monitoring ini tentunya pengawas harus melengkapi diri de- ngan parangkat atau daftar isian yang memuat seluruh indikator sekolah yang harus diamati dan dinilai.
Secara tradisional pelaksanaan pengawasan melibatkan tahapan: (a) menetapkan standar untuk mengukur prestasi, (b) mengukur prestasi, (c) menganalisis apakah prestasi memenuhi standar, dan (d) mengambil tindakan apabila prestasi kurang/tidak memenuhi standar (Nanang Fattah, 1996: 102).

    1. Evaluasi
Kegiatan evaluasi ditujukan untuk mengetahui sejauh mana kesuksesan pelaksanaan penyelenggaraan sekolah atau sejauhmana keber- hasilan yang telah dicapai dalam kurun waktu tertentu. Tujuan evaluasi utamanya adalah untuk (a) mengetahui tingkat keterlaksanaan program, (b) mengetahui keberhasilan program, (c) mendapatkan bahan/masukan dalam perencanaan tahun berikutnya, dan (d) memberikan penilaian (judgement) terhadap sekolah.

  
  1. Supervisi Akademik
Metode dan teknik supervisi yang dapat dilakukan pengawas yakni antara lain metode yang bersifat individual.
Teknik supervisi individual di sini adalah pelaksanaan supervisi yang diberikan kepada guru tertentu yang mempunyai masalah khusus dan bersifat perorangan. Supervisor di sini hanya berhadapan dengan seorang guru yang dipandang memiliki persoalan tertentu.
Teknik-teknik supervisi yang dikelompokkan sebagai teknik individual meliputi: kunjungan kelas, observasi kelas, pertemuan individual, kunjungan antarkelas, dan menilai diri sendiri. Namun dalam supervise ini penulis menggunakan teknik observasi kelas.

Observasi kelas secara sederhana bisa diartikan melihat dan memperhatikan secara teliti terhadap gejala yang nampak. Observasi kelas adalah teknik observasi yang dilakukan oleh supervisor terhadap proses pembelajaran yang sedang berlangsung. Tujuannya adalah untuk memperoleh data seobyektif mungkin mengenai aspek-aspek dalam situasi belajar mengajar, kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam usaha memperbaiki proses belajar mengajar. Secara umum, aspek-aspek yang diamati selama proses pembelajaran yang sedang berlangsung adalah: usaha-usaha dan aktivitas guru-siswa dalam proses pembelajaran cara penggunaan media pengajaran, reaksi mental para siswa dalam proses belajar mengajar keadaan media pengajaran yang dipakai dari segi materialnya.

Pelaksanaan observasi kelas ini melalui beberapa tahap, yaitu: (1) persiapan observasi kelas; (2) pelaksanaan observasi kelas; (3) penutupan pelaksanaan observasi kelas; (4) penilaian hasil observasi; dan (5) tindak lanjut.
Dalam melaksanakan observasi kelas ini, penulis menggunakan instrumen observasi tertentu, antara lain berupa daftar ceklis.

Pelaporan kegiatan pengawas dalam mensupervisi tentu tidak terlepas dari pola ilmiah atau kerangka ilmiah sebuah laporan. Kegiatan itu antara lain meliputi: 1) populasi dan sampel, 2) cara mengumpulkan data, 3) waktu pengumpulan data, dan 4) analisis data.
  
C.Populasi dan Sampel
Populasi dari pembinaan berupa supervisi manajerial dan akademik adalah seluruh sekolah binaan penulis yakni SMP N 2 , SMP N 19 ,  SMPS Al-Falah dan SMP S Al-Azhar Kota Jambi dan guru Matematika yang menjadi binaan penulis yang berada di SMP Negri dan Swasta dalam Kota jambi yakni SMP N 1 sampai dengan SMP N 25 dan ditambah dua sekolah swasta yakni SMP S Alfalah dan SMPS Al-Azhar Kota Jambi
Sampel dari pembinaan sekolah ini adalah sekolah-sekolah yang menjadi binaan penulis khusus supervisi akademik. Sebanyak 45 orang guru  Matematika yang berada di 25 SMP baik negeri maupun swasta .

D. Cara Mengumpulkan Data
Pengumpulan dilakukan sesuai dengan pelaksanaan kepengawasan, yakni pelaksanaan supervisi akademik dan manajerial. Cara mengumpulkan data menggunakan cara : observasi, studi dokumen dan wawancara.

 E.Waktu Pengumpulan Data
Pengumpulan data disesuaikan dengan kalender kegiatan kepengawasan pada pengawas sekolah di Kota Jambi, yakni semester ganjil unutk supervise akademik dan supervise manajerial pada semester genap tahun pelajaran 2013-2014. Kegiatan pengambilan data mulai Juli 2013 sampai Mei 2014

  1. Analisis Data
Data yang dihimpun kemudian diolah dan dianalisis. Pengolahan data menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Data yang didapat berupa angka-angka diolah dengan teknik persentase. Dari data yang berupa angka kemudian dideskripsikan (analisis kualitatif).   



BAB IV
HASIL PENGAWASAN

A. Kepengawasan Akademik
Pembinaan guru atau supervisi akademik untuk  semester ganjil  tahun pelajaran 2013-2014 ini dikhususkan pada pembinaan kinerja guru matematika dalam merencanakan, melakasanakan dan menilai pembelajaran. Penulis melakukan supervisi dan pembinaan kepada kepada guru - guru binaan penulis. Materi  binaan melalui supervisi akademik ini terdiri dari kelengkapan administrasi guru, Perencanaan Pembelajaran, Pelaksanaan Pembelajaran, panduan wawancara pasca observasi
Sekolah-sekolah yang penulis kunjungi pada Semester Ganjil tahun pelajaran 2013-2014  adalah: SMP  N 1, SMP N 2, SMP N 3, SMP N 4, SMP N  5, SMP N 6, SMP N 7,  SMP N 8, SMP N 9, SMP N 10 , SMP N 11, SMP N 12 , SMP N 13 , SMP N 14, SMP N 15 , SMP N 16, SMP N 17, SMP N 18, SMP N 19, SMP N 20, SMP N 21 , SMP N 22 , SMP N 23, SMP N 24, SMP N 25, SMP S Al falah, dan SMP S Al-Azhar Kota Jambi.
Sementara untuk supervisi menejerial, penulis memiliki 4 sekolah binaan menejerial antara lain : SMP N 2 , SMP N 19 , SMPS Al- falah, dan SMPS Al-Azhar Kota Jambi.
Dari 27 sekolah yang  merupakan binaan akademik penulis terdapat 45 orang guru yang harus dibina pada semester ganjil tahun pelajaran 2013-2014. Pembinaan dibagi menjadi tiga yakni: 1) pembinaan tentang materi pembelajaran yang belum dikuasai, 2) pembinaan tentang penyusunan perangkat pembelajaran, dan 3) observasi kelas.
 Pembinaan tentang materi pembelajaran adalah pembinaan terhadap guru-guru yang masih lemah dalam penguasaan materi. Pemahaman masih lemah dapat dibagi menjadi dua yakni a) lemah karena belum pernah membelajarkan materi, dan b) lemah karena memang belum paham akan materi. Dalam hal ini, penulis mencoba untuk menerangjelaskan kepada guru-guru tentang materi yang kurang dipahaminya itu dan memberikan teknik dan strategi bagaimana trik- trik mengajarkan sebuah fakta, prinsip, konsep serta procedural yang lebih efektif dari suatu materi yang disesuaikan dengan materi pembahasan yang saat itu diajarkan oleh guru yang sedang di observasi.
Berbagai cara menerangjelaskan materi tersebut. Biasanya penulis menggunakan media pembelajaran yang dalam hal ini dapat berupa alat peraga atau media. Di samping itu penulis meminjamkan buku untuk dipelajarinya dengan catatan setelah dipelajari akan diuji kembali kemampuannya secara lisan.
Penulis menggunakan metode pembinaaan tidak langsung yakni dengan cara melalui telepon dan handphone (telepon genggam) dan melalui e-mail : erisatria13@yahoo.co.id dan melalui Blog khusus pengawas yang telah penulis kembangkan sejak awal penulis menjadi pengawas dengan situs : apsijbi2013.blogspot.com atau langsung ke Blog penulis : erisatria13.blogspot.com Hal ini sangat memudahkan penulis untuk membina guru. Guru tidak perlu harus bertatap muka dengan penulis karena dari jarak jauh dapat menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan materi pembelajaran Matematika atau teknik pembelajaran atau masalah lain sekitar konsep matematika , metode , teknik , model dan strategi pembelajaran matematika yang belum dapat mereka pecahkan.

a. Observasi Kelas
   Observasi kelas mengikuti jadwal yang telah disusun oleh kelompok pengawas SMP berdasarkan hasil rapat pengawas jadwal yang telah tersusun ini harus ditaati oleh setiap pengawas agar dapat melaksanakan supervise sesuai jadwal yang telah ditetapkan namun meskipun demikian bila ada tugas lain yang bersamaan dengan jadwal supervise pengawas dapat saja menggantikan dihari lain diluar jadwal asal tidak mengganggu jadwal supervise yang telah dikembangkan bersama. Jadwal untuk supervise kelas ini dilakukan pada semester ganjil tahun pelajaran 2013-2014.
Jadwal melalui dinas pendidikan Kota Jambi mengimformasikan jadwal supervise kesekolah-sekolah dan selanjutnya sekolah melalui kepala sekolah mengimformasikan nya kepada guru-guru , disamping itu pengawas binaan juga memberikan informasi awal dalam pemantauan nya kesekolah-sekolah binaannya serta membekali sekolah dan guru-guru yang menjadi binaannya dengan instrument – instrument supervise serta memberikan penjelasan secara umum melalui rapat majelis guru berkenaan akan dilaksanakan nya supervise kelas.
 Penulis juga mengimformasikan pada guru-guru bahwa guru dapat berdiskusi secara online menggunakan internet baik melalui email maupun melalui blog yang telah penulis kembangkan.
Observasi kelas memiliki empat langkah. Pertama, pengawas melihat kelengkapan dokumen pembelajaran guru. Kedua, mengamati rancangan  pelaksanaan pembelajaran. Ketiga, mengamati guru dalam kegiatan pembelajaran, dan keempat, melakukan diskusi dengan guru setelah selesai kegiatan pembelajaran untuk memberikan umpan balik.
Untuk memudahkan pelaksanaan program binaan  penulis menggunakan format observasi kelas yang berasal dari format pengamatan versi PK Guru dengan tiga focus pengamatan : Perencanaan Pembelajaran, Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran yang Efektif dan Penilaian Pembelajaran. Adapun focus pengatan dari masing - masing aspek diatas adalah sebagai berikut :
1. Kelengkapan Administrasi Guru
a) Program tahunan, b) Program Semester, c) lampiran Standar Isi  (SK/KD), d)  Silabus, e) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, f) Agenda harian/mingguan, g) Kriteria ketuntasan Minimal, h) Analisis Ulangan harian, i) Program Perbaikan/pengayaan j) Daftar Hadir Siswa, k)Daftar Nilai Siswa, l) Buku Nilai, m) Bahan Ajar, n) Buku pegangan siswa, m) Buku penunjang. o) SKL dan p) Standar isi.
2. Perencanaan Pembelajaran
a. Memformulasikan tujuan pembelajaran, b) Menyusun bahan ajar, c) Merencanakan kegiatan pembelajaran efektif, d) Memilih sumber belajar / media pembelajaran

3. Melaksanakan Kegiatan Pembelajaran
a. Memulai pembelajaran yang efektif, b) Penguasaan materi pembelajaran, c) Menerapkan pendekatan/strategi pembelajaran efektif, d) Memanfaatkan sumber belajar/media, e) Memotivasi dan atau memelihara ketertiban siswa dalam KBM, f)  Menggunakan bahasa yang benar dan tepat dan g) Mengakhiri pembelajaran yang efektif
4. Penilaian Pembelajaran
            a) Merancang alat evaluasi, b) Menggunakan berbagai strategi dan metode penilaian , c) Memanfaatkan hasil penilaian untuk umpan balik

b. Panduan Wawancara Pasca Observasi
a.  Bagaimana kesan Saudara setelah menyajikan pelajaran ini? Apakah  sudah sesuai dengan yang Saudara rencanakan?
b. Coba Saudara ceritakan hal-hal yang Saudara rasa telah memuaskan dan hal-hal yang kurang memuaskan dalam pembelajaran tadi!
            c. Bagaimana perkiraan Saudara mengenai ketercapaian kompetensi siswa?
            d. Apa yang menjadi kesulitan siswa?
            e.  Bagaimanakah alternatif untuk mengatasi kesulitan itu?
f.  Marilah bersama-sama kita identifikasi hal-hal yang telah mantap dan hal- hal yang perlu peningkatan berdasarkan kegiatan yang baru saja Saudar  lakukan dan pengamatan saya !
g.      Apa yang saudara sarankan untuk dilaksanakan pada pertemuan berikutnya ? Adakah yang harus diubah dari KBM yang tadi ?

C.Analisis Hasil Supervisi Akademik
Dari 45 orang guru yang menjadi binaan penulis, didapat gambaran sebagai berikut :
Sebagian besar  ( 87% ) atau 39 orang dapat di supervise sesuai dengan jadwal yang telah disepakati, 6 orang guru belum dapat di supervise terhambat karena ada jadwal Try out bagi siswa kelas tiga baik yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan , sekolah ataupun oleh lembaga-lembaga formal lainnya seperti dari jambi Independet , Ganeca Operation ( GO ) dan Prima Gama.
Dari 39 orang guru yang telah disupervisi terdapat 10 orang guru belum menyerahkan instrument hasil supervise karena difotocopy oleh sekolah sebagai bukti fisik pelaksanaan superfisi baik untuk guru bersangkutan maupun untuk sekolah.
Terdapat juga 6 orang guru ( 13% ) yang enggan disupervisi dengan berbagai macam alasan klasik antara lain materi pembelajaran di kelas tiga telah usai hanya membahas bahas soal saja sebagai persiapan untuk Ujian Nasional, super visor datang tidak sesuai jadwal yang telah di sepakati , izin untuk tidak datang kesekolah dengan alasan urusan keluarga, tidak hadir pada saat di supervise tanpa alasan. Untuk guru – guru yang tidak hadir dicoba menghubungi melalui pesan singkat SMS ternyata ada satu orang guru yang membalas SMS dengan menulis pesan singkat yang berbunyi “ Pak saya lagi masalah gaji, sampai sekarang saya belum gajian “. Saat itu sudah tanggal 13 maret 2014.

1. Kelengkapan administrasi guru
Kelengkapan perangkat mengajar guru binaan penulis sangat beragam ada yang memiliki perangkat lengkap dan ada yang tidak bahkan ada tapi tidak lengkap dan ada yang tidak ada. Pada umumnya perangkat yang dimiliki para guru terutama RPP merupakan hasil Foto Copy dan Down load yang diganti nama penulis nya, diganti nama sekolah nya . Sedangkan untuk perangkat yang lain seperti KKM, Program Tahunan, Program semester ada beberapa orang guru yang hanya mengganti tahunnya saja dengan menimpa dengan tip ex dan menulis tahun nya. Dan terdapat juga guru- guru yang memiliki program beberapa tahun yang lalu dan belum di revisi sampai saat dilakukan pemantauan.

Data kelengkapan administrasi guru tersebut tergambar pada tabel di bawah ini :






Grafik diatas menggambarkan bahwa sebagian besar guru telah melengkapi perangkat mengajar dengan baik dengan hasil rataan pemantauan 76,34% dengan katagori baik . Secara rinci dapat dijelaskan bahwa 4 aspek mendapatkan nilai katagori amat baik yaitu dalam hal menganalisis SK/KD atau guru telah membuat pemetaan terhadap standar isi, memiliki silabus pembelajaran, memiliki absen siswa dan buku nilai. Buku nilai yang dimiliki oleh guru sebagian besar berasal dari buku nilai yang dibagikan sekolah yaitu buku kecil bewarna merah yang besarnya setengah buku besar folio yang didalam buku tersebut belum terdapat macam – macam nilai yang akan di ambil guru seperti : nilai harian, tugas , nilai tengah semester dan nilai semester. 5 aspek mendapat nilai baik ini artinya masih terdapat guru yang belum melengkapi perangkat seperti standar isi, Program tahunan , Program Semester, penetapan nilai KKM, 4 aspek memperoleh nilai cukup yaitu pada aspek : kepemilikan SKL, program mingguan dan buku pegangan siswa dan buku penunjang. 3 aspek mendapatkan nilai hasil pemantauan sedang yaitu pada aspek melakukan analisis ulangan harian, program remedial dan pengayaan, dan pengembangan bahan ajar.

2.      Rekap hasil pembinaan RPP guru matematika pada sekolah binaan 



Grafik diatas memperlihatkan bahwa rata-rata guru dalam merencanakan pembelajaran memperoleh nilai 68,75 dengan katagori cukup secara rinci dapat diuraikan untuk aspek bagaimana guru memilih sumber balajar / media mendapat skor nilai 60,71 kategori sedang , menyusun bahan ajar 66,07 kategori cukup, merencanakan kegiatan pembelajaran yang efektif 71,43 kategori cukup dan memilih sumber belajar / media pembelajaran 76,79 dengan kategori baik.



 Grafik Hasil Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Aktif dan Efektif Guru Matematika Pada Sekolah Binaan.


Grafik diatas memperlihatkan bahwa rata-rata guru dalam melaksanakan pembelajaran yang aktif dan efektif  memperoleh nilai rata-rata 81,63 artinya proses KBM berjalan baik, secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut : 1) Dalam memanfaatkan sumber belajar/media guru hanya memperoleh nilai  60,71%  dengan kategori cukup   2) dalam mengakhiri pembelajaran yang efektif  guru memperoleh nilai 73,21% kategori cukup   3) Kemampuan guru dalam  memulai pembelajaran yang efektif memperoleh nilai 80,36 kategori baik , 4) Penguasaan materi pembelajaran guru juga baik ( 80,36)  5) Menerapkan pendekatan/strategi pembelajaran  yang efektif memperoleh nilai 89,29 kategori baik 6) Memotivasi dan atau memelihara ketertiban siswa dalam KBM memperoleh nilai 91,07 kategori amat baik  dan 7 ) Menggunakan bahasa yang benar dan tepat memperoleh nilai 96,43 kategori amat baik.























































































































































































































































































































Read more...

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Newspaper III by Ourblogtemplates.com Edited by Eri Satria

Back to TOP